Self Rewind 2024


Pakel

Anak Petani Pakel, Kec. Licin, Kab. Banyuwangi, disini adalah tempat yang ideal untuk berkaca dalam membawa bara semangat selalu untuk berjuang, satu yang dapat saya ambil banyak pelajaran dari orangtua-orangtua mereka adalah semangat dan keberanian. semoga hal-hal baik juga akan diwariskan dengan baik oleh adik-adik, Dimas, Fuja, Fuji, Rafika dan temen temen semangat belajar!

Perayaan Gopoisme , sulaman luka tak payah diduka hanya romantiasi nuansa akan berlalu dengan sendirinya ⚡ uhuk. 

Keindahan pola kerja semesta, tak disangka bertemu seseorang akhirnya jadi kawan di atas sungai tercemar bawah kawasan kawah ijen, Reihan namanya. Singkat kata tak banyak waktu untuk merasakan kembali lagi semangat perjuangan, satu lagi energi semangat bertambah. Dengan berbagai hal latar belakang yang berbeda, entah juga siapa, dan mengapa, kita semua juga tak tau, seperti puzzle, tak ada satupun diantaranya nirfungsi

Pertengahan tahun ini di bulan mei tepatnya aku berkeluyuran ke Kalimantan mencari wangsit yang katanya pemerataan ekonomi akan ada di kalimantan "kata pak mulyono", sebelum berangkat teramat sering merepotkan teman teman kuliah, siapa lagi kalau bukan mas Elang, mas Naufal tambah isal yang ready parah info tumpangan nginep, sebelum ke pelabuhan kali pertama ini masuk room karaoke akkksss, pengalaman lagi, terima kasih banyak + mas Rio dan teman-teman semuanya!, singkat ceritanya setelah menyebrang di Kalimantan, aku....

Bekerja di perusahaan sawit, tapi semesta berkata lain, dimana aku harus menyudahi perjalanan indah itu sampai bulan september, karena berbagai hal yang sangat istimewa, apalagi waktu di Samarinda bertemu dengan bapak muda ini, Pitoyo namanya, seorang pahlawan, yang mengorbankan kenyamananya dan waktunya untuk menolongku mengenali sedikit sedikit kota Samarinda hingga aku kembali lagi ke Jawa. tak hanya itu, beliau dengan ringan sharing kehidupannya, beliau adalah perantau dari kabupaten Wonosobo, tentu itu daerah yang selalu menjadi tujuan kawula kawula muda seperti aku ini untuk destinasi hiling pakansi wisata alam, namun beliau menetap lumayan lama di Samarinda bekerja serabutan, bisa pijit, bisa servis alat elektronik, tukang dll, multitalenta bukan bapak ini. Doa baik selalu menyertai pak Pitoyo*.

Satu ini tak sulit kita temui dalam karya karya fenomenal oleh Threesixty Skatepunk ataupun Dewa 19, ya, Dewi. Seorang dengan energi yang begitu besar, dan ketegasan akan segala hal, cekatan, pinter masak, melankolis akh semua dibuorong dah sama dia. perjumpaan kita "gak dinyono" kalo kata orang jawa gitu, dari Sunan Ampel Students from Bojonegoro, SASB sih dikenalnya orang orang, karena perjalanan teramat banyak dengannya, jadi pada intinya aku rasa banyak keberuntungan juga punya sohib sebaik dia ini.

Kepengurusan selanjutnya SASB oleh Atha, Dewi, Alin, Alfi Fajar dan kawan-kawan. Tahun yang teramat berdinamika untuk setiap individu, pertemanan, ekonomi dan terutama dalma hal pendidikan, bahkan teruntuk sang impian. Skadar info aja sih soal tempat, Prataan-Parengan-Tuban, karena cukup memorabilia enggaknya buat aku sendiri atau buat mereka yang lagi jadi pengurus sampai suatu saat telah selesai semuanya, kadang hal kecil cukup mudah untuk diabaikan, padahal bisa jadi apa yang diabaikan itu ada makna yang lebih berharga, pengalaman, pertemanan, keikhlasan, pertumbuhan.

bulan lalu adalah bulan berbahagia Naufal dan Nanda, mereka menyelesaikan studinya, ya aku juga sih, sebenernya orang yang sangat dan paling sering ketemu kalo lagi di bjn ya mereka mereka ini tapi apa daya tak pernahnya mengabadikan potret, ya syukurlah ini jadi catatan baik untuk tahun kelulusan kita semua, walaupun yaa gimana ya KITA BUTUH LOWKERR AWKWOWK

Bersama bapak mat dan buk har, indy mbah uti dan bu saeman semua gruduk Uinma nyambang putrinya yang lagi wisuda, moga moganya ya ilmunya berkah, temen dari kecil tapi tak banyak foto, se desa yang bisa ngalor ngiduls nyambangi sampah sampah di kecamatan Ngasem waktu penelitian skripsi, dialah Nur Latifa, tahun ini juga tahunnya dia nih.

sesambungan selanjutnya yang mungkin minim interaksi, cuman liat story Instagram, whatsapp, di momen berbahagianya fitricu, yoi bersama besti muna larasati, dan sahabat amir, disini belajarnya adalah, jika memang dalam pertemanan jarang interaksi, setidaknya dari jauhan noh tetep tau kabarnya ini temen, eh ternyata masih idup, eh lagi bucin, eh lagi bahagia, turut doa mendo'akan yang selalu ada, moga moga dah selalu ada di sirkel baeknya ya. karena jarang bertemu, untuk lebaran taun 2025 siapa tau ga bisa maen kerumah, minal aidzin waizin dari sini kali ya.

Tentu hidup tidak terlepas dari sirkel tuta(Turun Tangan) relawan yang dibentuk bapak Anies Baswedan, dari sono sebenernya banyak kenal dengan temen temen baru yang suer sangat asik asik, tapi highlight taun ini bedua ini top people, ialah Muzaynia satunya rafqi, cuman dikit aja sih kalo rafqi wahaha, soalnya infoan surabaya jejogingan muzaylah yang selalu ready, napaknya tahun ini tahun mulai kutau setiap orang ternyata ada recehnya kalau sedikit sedikit, lebih kenal orang dari jauh atau dekat iya atau tidak mungkin juga iya apa mungkin juga sebaliknya, banyak sekali waktu dan cerita kesendirian ditumpuk bersama pikiran-pikiran yang enggan dituangkan pada sesiapa, setiap kisah yang kiranya sangat berharga dan penuh makna. Muzay si ahli gizi muda yang mahir sekali dalam menasehati apa apa saja tentang kesehatan, sebenernya ini tulisan lebih ke muzay, sih harusnya fotonya yang bedua wkwk


Kembalinya di Bojonegoro, setelah keluyuran dari Kalimantan, aku menjadi cah nom nom deso seperti biasanya yang betapa kerennya disebut "pengacara" saja, dariapda "cah nom nganggur ora nduwe gawean", saya diselamatkan oleh teman teman jenggala, setidaknya berhari hari tak punya kerjaan, suatu ketika ada alasan keluar dengan alasan yang sedikit keren "mak, izin bade teng grogolan kalih rencang rencang bade diskusi, masalah literasi bojonegoro". pionir utama penyelamat temen temen Jenggala, pengaruh positif pemuda progresif Bojonegoro yang jelas rudii selalu wkwk. penutup tahun ini kado yang istimewa, zine "Bencana Kue Oligarki" 🌻


Keseimbangan sebuah kehidupan adalah dunia perkopian, dimana sohabat kopi akan selalu membawa topiknya yang menggelitik, mimpinya ilmok untuk membuat usaha pabrik liquid vape, alpian pengusaha ulungnya Bojonegoro dan lain lain, tak kalah pula dari rudin pria dingin dan ketulusan hatinya dan adik ipar yang selalu bersemangat untuk bekerja, melakukan pekerjaan dan kegiatan dari masing masing kita pada jalannya masing masing, betapa tidak serunya jika kita tak membaww cerita menarik dsri setiap pengalaman perjalanan hidup masing masing, lalu sama-sama menertawakannya di warung kopi.

Momen diskusi tak kalah menantang pembahasannya selain diskusi buku "Putih bareng mbak Ayu Saraswati adalah menemukan rudi dengan sahabat yang giat membaca, bedanya ini rumpun keilmuan hukum, Nazhif Ali Murtadho. selalu seru denganya setiap kali bertemu, ketika ketidaktahuan selalu membawaku pada rasa penasaran dan pertanyaan pertanyaan, satu hal itu rewind berharga pada tahun ini, perihak "Bertanya".

rotasi kehidupan
apakah jalan selanjutnya ini membawa pada kemapanan hidup? tentu saja kita tak tau, apalagi akan menjadi jawaban atas beberapa doa egoisnya seorang manusia?, karena tak taunya ihwal qodar yang tuhan tetapkan pada langkah ini, apapun itu, tugas manusia adalah berupaya untuk selalu baik.

Cover tumblr favorit akhir tahun ini dari obrolan bersama penjahit di sentra jahit Bratang, Surabaya (dibuatnya di bulan awal november), pak Romli namanya. Tapi bukan tentang botol minuman saja aku menulis ini, tapi bagaimana jalan kehidupan ini selalu membawa kita untuk selalu dapat mensyujuri apa apa saja yang kita dapatkan saat ini, apa yang kita jalani saat ini, tak lupa prasangka khusnudzonnya pada tuhan, "alangkah nikmatnya kita menjalani hidup ini mas jika kita selalu memiliki hati yang dingin" ujar beliau. nomor pak Romli +62 838-6269-1988.

Serial Diskusi di Bojonegoro film Pesta Oligarki, ya cukup buat kenangan saja, sebab materi diskusi, dan isu isu terkait ini cukup mudah kita cari di youtube dan berbagai artikel yang mengulas filmnya dan keadaan perpolitikan negara ini, jadi pesan yang jelas dari diskusi ini adalah, jangan egois sama bentuk perjuangan, halah sebutan mudahnya sih jangan apolitis dah.

Halaman depan museum Gus Dur, kala itu sendirian disini, ya memang seringkali sendiri, tapi bukan soal itu, tak apaa. disini aku cukup terasa lama merenung dalam mengagumi seorang Gus Dur, mengapa beliau sedemikian memiliki kedudukan yang tinggi, masyarakat sebegitu banyaknya yang menghormati beliau, aku adalah salah satu dari sekian jutaan orang yang berziarah disini. betapa kecilnya dan bukan siapa siapa juga diriku, tak kisalah, tauladan dapat diambil dari manapun, Al-Fatihah untuk keluarga, saudara kita, guru guru kita yang sudah almarhum.