Berangta Setangkai

Mungkin aku tidak lama berada di dunia, yang pasti tidak selamanya

Pun entah seberapa lama bertahan dalam keruh

Sendiri tumbuh sepi sesekali disambangi debu jalanan dihujani kesakitan

Bahkan bilah air mata menolak keluar sia-sia sekalipun neraka menyapa

Lamun pedih terasa tak memintamu untuk empati

Aku tau jika jalan kasih ini tak cuma-cuma sampai tanpa duri

Lelah jadi teman sehari sehari, iya, tanda bahwa aku bukanlah badari

Sesuap nyawa tak sekalipun tersambung tanpa terik matahari

Daya juang raya derana, untukmu berangta setangkai

Komentar