Pengaruh yang berat adalah “anut”, yaitu mengikuti fenomena sosial, apalagi dengan memaksa diri menyesuaikan dengan yang orang lain ikuti.
Kita gak harus sama kok dengan kelompok atau sekumpulan orang tertentu, selain memaksakan diri untuk menyesuaikan kalo itu gak enak, juga bisa membunuh potensi dan kebahagiaanmu.Gak kalah beratnya itu hasrat ingin pamer dan membalas. Jika ada teman yang sudah sukses duluan, ucapkan selamat. jika kalian direndahkan, itu masalah attitude mereka, kamu gak perlu menunjukkan diri pamer, selalu ambil kesempatan untuk meningkatkan diri dan berani untuk mengambil langkah, move on!
Jangan tergoda untuk selalu tergesa-gesa, bahwa setiap orang punya zona waktu sukses/keberhasilannya masing masing dalam taraf tertentu, jika waktumu lebih panjang, nikmati saja prosesnya dan tetap punya energi dan hasrat seperti layaknya pemuda yang gigih. Edukasi diri sendiri, ajak diri untuk travel ke berbagai tempat, hidup gak selalu linier, bahkan ia bisa zigzag atau spiral.
Salah satu hal terberat untuk dilepaskan adalah mereka, yang sebenernya toxic, yaitu eman atau siapapun yang tidak rela kalau kamu berhasil meraih apapun, itu justru bisa jadi bikin down daripada seorang teman lain atau siapapun yang gak peduli denganmu. Pentingnya untuk punya lingkungan atau hubungan yang memiliki rasa untuk saling mendukung.
Jangan sampai terlena dengan yang namanya rutinitas dan zona nyaman, betapab anyak yang terlalu ambisius mau buat habits yang sempurna, rutinitas yang katanya bikin diri hebat. Tetapi akhirnya malah gak enjoy dengan proses yang dijalaninya, jangan lupa bawa hidup juga tentang berani atas resiko dan improvisasi secara spontan, fingers crossed.
Jadilah udara segar, ruang kosong baru, ditengah hiruk pikuk yang tak jarang membawa kepenatan, bisa saja jika memang prosesmu panjang, begitu keras dan berliku, ada malam yang dingin, siang yang begitu terik, ingat kalau ada sejuknya embun pagi dan indahnya senja.

Komentar