Narasumber : Puthut EA, Irfan Hafifi, Dr. Fahrudin Faiz, Bambang Pacul
Sajian buku Mentalitet Korea Jalan Ksatria adalah tekhnologi segimental sebuah nalar untuk pembaca dengan pendekatan trasdisi atau pemikiran pemikiran dari jawa, buku khas genuin pengolah jiwa paradoksnya hidup, kita coba nengok ke budaya musik dangdut jawa, padahal kita juga tahu kalo lirik yang dibawakan di sebuah lagu kadangkala memang lirik lirik kesedihan, namun ketika dibawakan, yang keluar adalah hasrat orang orang untuk joget, jadi kesedihan tidak perlu dipecahkan, namun hanya perlu diatasi. Makanya orang jawa pada umumnya bisa dikenal sebagai orang yang cakap dalam menanggapi penderitaan.
Kekuatan mentalitas kebudayaan orang jawa, dalam arti orang jawa itu tidak begitu kokoh kokoh amat, orang jawa itu lentur dalam menyikapi hal hal apapun, fleksibilitas tata kelola nalar pikiran terhadap fenomena atau rintangan rintangan kehidupan. Bambang Pacul menampakkan pada kita jalan ksatria yang dilaluinya memberikan pelajaran bagaimana citra biar dengan sendirinya timbul, kalau mau rokok, rokoklah, jangan berlindung di balik norma yang katanya kesopanan, pencitraan lelaku baik namun dibelakang beda wajah.
Beralih ke topik lain, sebutan korea dari bambang pacul akhir akhir ini memang semarak jadi pembicaraan topik hangat, sebutan korea adalah sebutan untuk orang orang pekerja kelas “bawah” pasti perjuangan orang orang yang di klaster kita sebut sebagai buruh gitu kali ya, sebagai kelas bawah, bambang punya istilah trifokus, pertama, dont worry be happy, buatlah suasana hati selalu bahagia, kedua, pikiran itu harus berfokus pada solusi, ketiga, jagalah kesehatan, jaga badan, cita cita akan digerakkan oleh badan yang sehat.
sumber: Channel Youtube Mojok

Komentar