Pinjaman Bahagia

 

Membuka mata menyapa dunia pagi hari disudut kamar sepetak berpenghuni seorang

Dibawanya rasa menggandeng jiwa melangkah tersenyum seperlima

Raut muka di reka semanis sambutan penghujung pekan

Dialektika dalam angan malam itu adalah romantisasi rasa indah sebelum menutup mata

Prosa seorang gila merasa dirinya melayang pada kedalaman pusara imaji

Dia bersahaja membisukan keramaian sekitar, begitu berpijar malaikat-pun tergelincir

Kisah romansa akankah selamanya

Naif jika merasa semesta dituntut bersandar pada bahunya

Mengira gemerlap lentera akan meneranginya ke surga

Layaknya langit dan bumi begitunya kanan dan kiri

Tidak ada yang kekal abadi, hanya ada lalu dan kini

Sebagai manusia tanpa henti harap, bahwa sedih dan bahagia adalah titipan.

 

Komentar